JAKARTA – Munculnya wajah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam siaran langsung TikTok milik putranya, Yuda Purboyo Sunu (25/2), memicu diskusi baru yang cukup hangat di tengah masyarakat. Bukan soal kebijakan ekonomi, melainkan soal etika dan aturan gratifikasi di era digital yang dinilai makin abu-abu.
Dilema di Balik Layar "Smartphone"
Kejadian bermula saat akun sang anak dibanjiri berbagai gift digital, termasuk "Ikan Paus" yang memiliki nilai nominal cukup lumayan. Reaksi spontan Pak Purbaya yang mengingatkan anaknya soal potensi gratifikasi sebenarnya menjadi cermin dari ketatnya aturan yang mengikat penyelenggara negara saat ini.
Di satu sisi, publik melihat ini sebagai bentuk integritas sang Menteri yang sangat berhati-hati. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan: Apakah aturan negara sudah terlalu jauh mencampuri ruang interaksi pribadi antara orang tua dan anak?
KPK dan Standardisasi "Saweran" Digital
Saran dari KPK agar pihak Menkeu melakukan konsultasi terkait perolehan gift tersebut memancing reaksi beragam. Banyak pihak menilai langkah ini sebagai upaya preventif yang positif. Namun, tidak sedikit pula pengamat yang menilai lembaga antikorupsi tersebut terlalu kaku dalam menerjemahkan aturan gratifikasi di platform media sosial yang sifatnya hiburan.
"Kita perlu mendefinisikan ulang mana yang murni apresiasi publik di medsos dan mana yang memiliki motif transaksional. Jangan sampai regulasi justru membuat pejabat publik kehilangan sisi kemanusiaannya hanya karena takut pada fitur teknologi," ungkap salah satu pengamat hukum tata negara.
Antara Prosedur dan Prioritas
Kritik publik justru lebih banyak mengarah pada skala prioritas. Di tengah upaya pemerintah menekan kebocoran anggaran yang nyata, langkah mendalami gift di akun pribadi keluarga pejabat dianggap sebagian orang sebagai langkah yang "terlalu rajin" namun kurang subtansi.
Kini bola panas ada pada regulator. Apakah dunia digital akan tetap menjadi ruang ekspresi yang cair, atau justru menjadi jebakan hukum baru bagi para pejabat yang sekadar ingin menyapa warganet dengan cara yang lebih modern?
